PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN FE UNP PADA UMKM KERAJINAN RAJUTAN DI KEC. SINTUK TOBOH GADANG, KAB. PADANG PARIAMAN

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha yang terbukti dapat dijadikan dalam mendukung perekonomian Indonesia, walau di tengah krisis ekonomi dan moneter. Hal ini disebakan karena UMKM tidak banyak tergantung pada bahan baku impor dan modal asing. Akan tetapi, kejadian pandemi Covid 19 yang belakangan melanda hampir seluruh penjuru dunia sedikit banyak telah membuat goyah kekuatan UMKM sebagai pendukung perekonomian bangsa.

Salah satu UMKM yang ada di Korong Balai Usang, Nagari Sintuk, Kec. Sintuk Toboh Gadang, Kab. Padang Pariaman adalah UMKM penghasil kerajinan rajutan berbahan dasar benang kur. UMKM ini dikelola oleh pengrajin perempuan dengan ketuanya Ibu Ermanidar. Adanya pandemi Covid 19 yang melanda, sangat mempengaruhi kelansungan hidup UMKM ini. Hal ini ditandai dengan terjadinya penurunan omzet yang tentu saja akan menyebabkan penurunan produksi.Ditambah lagi dengan penurunan daya beli masyarakat, hal ini akan mengancam kelansungan hidup UMKM ini.

Universitas Negeri Padang selaku salah satu lembaga perguruan tinggi mencoba berperan aktif dalam mencari solusi atas permasalahan ini. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) dan Fakultas Ekonomi, UNP menggelar program pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu tridharma perguruan tinggi yang tujuannnya adalah melakukan transfer pengetahuan dan teknologi agar permasalahan yang terjadi pada mitra pengabdian dapat diatasi.

Program pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 18 September 2020 di sentra kerajinan rajutan yang berlokasi di Korong Balai Usang, Nagari Sintuk, Kec. Sintuk Toboh Gadang, Kab. Padang Pariaman. Dengan mengusung tema Optimalisasi Peran Perempuan dalam Berwirausaha Untuk Mendukung Perekonomian Keluarga Melalui Pelatihan Literasi Kuangan dan Pemasaran Online Produk Kerajinan Rajutan di Korong Balai Usang, Nagari Sintuk, Kec. Sintuk Toboh Gadang, Kab. Padang Pariaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuka oleh Wali Korong Balai Usang Bapak Medya Seprana Wijaya. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat diselenggarakan sesuai dengan protokol Covid 19. Seluruh tim pengabdian dan peserta wajib masker dan pelindung wajah dan masing-masing individu menjaga jarak minimal satu meter.

Tim pengabdian masyarakat terdiri atas dosen Fakultas Ekonomi dengan ketua Abel Tasman, SE, MM dan anggota tim Megawati, SE, MM dan Arief Maulana, SE, MM. Adapun yang bertindak sebagai narasumber antara lain Weni Nelmira, S.Pd, M.Pd.T, Halmawati, SE, M.Si, Vidyarini Dwita, SE, MM, Ph.D dan Ramel Yanuarta RE SE, MSM.

Melalui narasumber Weni Nelmira, S.Pd, M.Pd.T, tim pengabdian masyarakat berupaya untuk mentransfer pengetahuan tentang inovasi motif kerajinan rajutan agar dapat memenangkan persaingan di industri. Dengan adanya pengembangan motif yang bervariatif akan dapat menciptakan nilai unggul dalam persaingan. Melalui narasumber Halmawati, SE, M.Si, sasaran yang ingin dicapai tim pengabdian masyarakat terhadap peserta adalah mampunya peserta untuk menentukan harga pokok dan harga jual produk kerajinan rajutan. Dengan adanya penghitungan harga pokok yang tepat, akan menghasilkan harga jual yang tepat pula. Sementara narasumber Vidyarini Dwita, SE, MM, Ph.D Berbagi pengetahuan tentang bagaimana memasarkan produk kerajinan rajutan secara online melalui media sosial seperti Instragram, Face Book, dan berbagai platform online lainnya. Adanya pandemi Covid 19 yang menyebabkan terbatasnya ruang gerak akibat adanya social distancing, tentunya media online adalah salah satu alternatif untuk memasarkan produk kerajinan rajutan. Narasumber Ramel Yanuarta RE, SE, MSM menyampaikan materi tentang literasi keuangan keluarga dan usaha. Dalam pemaparannya, narasumber menggaris bawahi pengelolaan keuangan keluarga yang dimulai dengan menyesuaikan antara pengeluaran dengan pendapatan. Perlunya mengidentifikasi kebutuhan kebutuhan yang terdiri atas kebutuhan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang menuntut skala prioritas serta pendapatan adalah langkah yang tepat untuk tercapainya kesejahteraan keluarga. Di samping itu, perlu juga adanya pemisahan pembukuan antara keuangan keluarga dengan keuangan usaha.

Sesuai dengan tema yang diusung, program pengabdian kepada masyarakat diharapkan akan mampu mencapai optimalnya peran perempuan wirausaha dalam mendukung perekonomian keluarga. Peserta yang terdiri atas Ibu Ibu yang berperan aktif sebagai pendukung perekonomian keluarga ini terlihat aktif dan menyambut dengan antusias setiap materi yang ditempatkan dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol Covid 19. Tim pengabdian juga akan terus melakukan pendampingan terhadap UMKM kerajinan rajutan ini untuk kedepannya.